Butir-butir
embun kesedihan
Mengalun
dan menari diatas bola matanya
Ujung
saraf Meissner mencengkeranm halus tubuhku
Dan Koklea
merangsang otak sehingga suara tangis isak bundaku terdengar olehku
Kelenjar
air mata ku pun mereproduksi banyak butiran cairan kesedihan
Oh,
Bunda…aku belum banyak mengerti tentang kehidupan ini
Aku tau
engkau begitu merindukannya.
Aku pun
seperti itu…
Tapi,,,
aku terlalu dini untuk mencampuri urusan mereka.
Sudahlah,,,
Do’a seorang ibu begitu sangat brarti untuk anakknya.
Aku rindu
suara gemericik senyum yang kau alunkan. Senyumlah bunda…^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar